iBangga dihitung dengan pendekatan agregat dimensi, di mana setiap dimensi dihitung tingkat pencapaiannya kemudian dilakukan agregat pada seluruh dimensi dan masing-masing dimensi memiliki tingkat kepentingan bobot yang sama. Selain itu, terdapat pembobotan pada indikator dalam masing-masing dimensi dengan ketentuan skor capaian indikator nasional tertinggi diberikan bobot terendah. Indikator ini dinyatakan dalam indeks, dengan formula sebagai berikut: dengan: Di : dimensi ke- i ; k: banyaknya dimensi; dan i = 1, 2, 3. Di: INDEKS KETENTRAMAN, dengan cara perhitungannya adalah: Dengan V1j : skor capaian dimensi ke-1 untuk indikator ke-j ; w1j : bobot dimensi ke- untuk indikator ke- j; dan p: banyaknya indikator pada dimensi ketentraman; di mana j = 1, 2, …, 6. D2 : INDEKS KEMANDIRIAN, dengan cara perhitungannya adalah: dengan V2j: skor capaian dimensi ke-2 untuk indikator ke- j; w2j: bobot dimensi ke-2 untuk indikator ke- j; dan p: banyaknya indikator pada dimensi kemandirian; di mana j = 1, 2, …, 7. D3: INDEKS KEBAHAGIAAN, dengan cara perhitungannya adalah: dengan V3j: skor capaian dimensi ke-3 untuk indikator ke- j; w3j: bobot dimensi ke-3 untuk indikator ke- j; dan p: banyaknya indikator pada dimensi kebahagiaan; di mana j = 1, 2, …, 4.